Pita Lebar: Broadband and Telecommunications in Indonesia

Cellular tariff ads mislead consumers

Posted in Indonesia, Telecom by pitalebar on March 29th, 2008

Apparently the issue of misleading cellular consumers has flared-up. Cosnumers are bombarded with various ads that mention some cheap service prices/numbers, but are not told the full cost of services.

Sounds familiar? :)

ยงย 

Kamis, 13/03/2008 11:11 WIB
Konsumen Seluler Terjebak Iklan Tarif?
Dewi Widya Ningrum - detikinet

Copyright Detiknet 2008
Jakarta - Saat ini banyak iklan tarif telepon seluler berseliweran yang menjanjikan tarif paling murah, bahkan sampai ke tarif nol koma nol nol nol sekian rupiah per detik.

Iklan dibuat semenarik mungkin dengan kata-kata yang ‘bombastis’ yang membuat konsumen percaya dengan janji iklan tersebut. Tak dipungkiri, banyak konsumen yang dibuat terkecoh bahkan terjebak dengan iklan tersebut.

Siapa yang salah? Apa memang konsumen yang kurang teliti memperhatikan informasi selengkap-lengkapnya di iklan tersebut? Atau memang operator yang sengaja ‘mempermainkan’ ketidaktelitian konsumen?

Seperti apa penafsiran Anda membaca iklan tarif 0,00000000001/detik ke operator lain? Lalu seperti apa juga interpretasi Anda membaca tulisan iklan “Tarif Termurah (dijamin) ke semua operator”, dan kalimat “Rp. 600 sampe puaasssss”. Bisa jadi, anggapan yang muncul di benak konsumen dari iklan tersebut adalah bahwa tarif termurah menelepon ke semua operator adalah Rp. 600, sepuasnya. Pertanyaan yang muncul, apakah memang murah?

Bersaing boleh-boleh saja, namun sudah sejatinya para operator seluler membuat iklan tarif seluler yang informatif dan lengkap yang tidak membuat konsumen terjebak informasi palsu.

Salah seorang blogger, Khalid Mustafa, mencoba membuat perbandingan hitung-hitungan tarif seluler XL dan IM3. Dikutip detikINET dari blognya, Kamis (13/3/2008), Khalid membandingkan tarif XL 0,1/detik dan tarif IM3 0,01/detik. Hasilnya, perbedaan tarif yang digembar-gemborkan antara 0,1 dan 0,01 ternyata tidak terlalu signifikan dalam menekan biaya percakapan.

Khalid juga membandingkan tarif IM3 0,01/detik dengan tarif IM3 0,00000000001/detik. Kesimpulannya ternyata sama saja dengan program tarif 0,01/detik. Lalu, ia juga membandingkan tarif IM3 0,00000000001/detik dengan tarif XL 0,00000…1/detik. Hasilnya, XL cukup “telak” mengungguli IM3 dalam panggilan biaya ke lain operator khususnya untuk panggilan yang dilakukan di atas 4 menit. Namun, dibawah durasi tersebut, IM3 masih unggul.

Apa iklan tarif masih bisa dipercaya? Bagaimana pendapat Anda dengan iklan dengan bahasa yang sangat bombastis yang digembar-gemborkan operator? Ataukah Anda memang merasa terjebak dengan iklan tersebut? Sampaikan pendapat Anda melalui e-mail redaksi[at]

One Response to 'Cellular tariff ads mislead consumers'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Cellular tariff ads mislead consumers'.

  1. Davied said, on June 23rd, 2008 at 3:51 am

    saat ini saya pake im3,alasan krn gprsny murah,smsny jg murah. yang bkn sy bingung biaya percakapan im3 jd mhal.padahal buln kmrn lebih murah walaupun tiap 25 menitan diputus. kenapa y?kata iklannya nelpon murah.

Leave a Reply