Pita Lebar: Broadband and Telecommunications in Indonesia

YLKI: What’s behind the operators advertising-wars

Posted in Indonesia, YLKI by pitalebar on March 29th, 2008

The consumer protection body (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)) says that the current advertising-wars amongs operators is getting bad and shows unhealthy competitive behavior. YLKI asks as to what is really behind the current ad-wars. That is, is it truly pricing competition or just a way to rope-in as many consumers as possible.

 §

Kamis, 13/03/2008 13:16 WIB
YLKI: Ada Apa di Balik Perang Iklan Operator?
Ardhi Suryadhi - detikinet

Copyright 2008 DetikNet
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melihat perang iklan antar operator sudah semakin parah dan menunjukkan gejala persaingan tidak sehat. YLKI pun bertanya, ada apa di balik perang iklan operator?

Huzna Gustiana Zahir Ketua YLKI mengaku prihatin dengan adanya iklan dari operator yang masih belum menampilkan syarat dan ketentuan. Tujuan promosi operator tersebut pun dipertanyakan, sebagai perang tarif atau hanya untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya.

Meskipun perang promosi bisa dilihat sebagai ketatnya kompetisi, namun menurut Huzna, hal ini malah menunjukkan persaingan yang tidak sehat. Pasalnya, informasi yang disampaikan operator lewat iklannya lebih mengiming-ngimingi nilai atau tarif yang ‘kecil’ ketimbang informasi yang berguna bagi konsumen.

Huzna mengatakan, rentetan iklan dari operator saat ini telihat saling bersahutan. “Ada satu iklan keluar menawarkan tarif ‘murah’, tak lama kemudian yang lain juga keluar dengan tagline yang sama,” ujarnya.

“Untuk menafsirkan iklan tersebut jadinya konsumen dipaksa untuk cerdas. Jangan terpaku dengan angka-angka kecil yang dituliskan dengan besar-besar. Tapi kemudian apa yang ada di balik itu,” tukasnya ketika dihubungi detikINET, Kamis (13/3/2008).

Sementara itu menurut Dr Indrawadi Tamin, dosen pasca sarjana ilmu komunikasi Universitas Dr Moestopo Beragama, di dalam suatu iklan terdapat beberapa unsur yakni etika, tingkat efektifitas dan packaging yang menarik.

Nah, setali tiga uang dengan Huzna, Indrawadi juga menilai masih adanya iklan dari operator yang menyimpang. “Ada lah iklan dari operator yang kandungannya misleading,” tutupnya, tanpa menyebut operator yang dimaksud.

( ash / wsh )

Leave a Reply