Pita Lebar: Broadband and Telecommunications in Indonesia

Operators intentionally limiting info in ads

Posted in ATSI, Cellular, Excelcomindo, Indonesia, Telecom by pitalebar on March 29th, 2008

This is a nice one. The secretary of the Indonesian Cellular Telecommunications Association (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI)) admits that “limiting information” (pembatasan informasi) in ads is indeed being practiced. This is due to the limited space (spot) on the various advertising spreads.

The cosumer protection group (YLKI) states that operators are loud on “cheap rates”, but poor on information regarding these cheap services.

The secretary of ATSI (Ms Dian Siswarini) says that operators do not follow any agreed guidelines with regards to setting ads. She also says that if YLKI has any issues, YLKI should bring these up with the concerned operator.

Ms Dian Siswarini’s day job is the Direktur Network PT Excelcomindo Pratama.

§
 

Kamis, 13/03/2008 17:32 WIB
Operator Sengaja Batasi Informasi dalam Iklan
Ardhi Suryadhi - detikinet

Copyright DetikNet 2008
Jakarta - Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mengakui adanya pembatasan informasi di setiap iklan yang dibuat para operator. Keterbatasan spot menjadi alasan limitasi ini.

Hal itu diungkapkan Dian Siswarini, Sekjen ATSI ketika berbincang dengan detikINET, Kamis petang (13/3/2008).

Dian mengaku, selama ini ATSI tidak pernah mencampuri anggotanya ketika membuat suatu iklan promosi. Mereka dibebaskan untuk sekreatif mungkin dengan catatan tetap memegang etika-etika periklanan.

“Namun, ketika membuat iklan, khususnya di TV dan majalah, biasanya spot kan terbatas. Jadi kalau semuanya dijelaskan, iklan tersebut jadi terlalu panjang sehingga memang perlu ada limitasi,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Dian, serbuan iklan operator ber-tagline ‘murah’ yang kian marak saat ini masih dalam tahap yang wajar. “Karena meskipun mereka sama-sama punya tagline murah, tetapi tidak menyembunyikan informasi penting dan sudah mencantumkan syarat dan ketentuannya,” imbuh wanita yang juga menjabat sebagai Direktur Network PT Excelcomindo Pratama tbk ini.

Dian juga menampik penilaian Yayasan lembaga Konsumen Indinesia (YLKI) yang mengatakan, iklan para operator saat ini terlalu menggembar-gemborkan tarif yang ‘kecil’ ketimbang informasi yang berguna bagi konsumen. “Ya, kalau YLKI keberatan dengan suatu iklan dari operator, silahkan langsung menghubungi operator yang bersangkutan saja,” tukasnya.

Dilanjutkan Dian, para operator tidak mempunyai aturan yang khusus dalam membuat suatu iklan promosi, yang ada hanyalah etika periklanan secara umum. “Dan kalaupun ada yang melenceng, operator yang bersangkutan biasanya langsung ditegur regulator (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia/BRTI),” tandasnya.

( ash / wsh )